Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan kritikan terhadap aliansi NATO serta Uni Eropa sehabis Rusia melanda Ukraina. Baik NATO ataupun Uni Eropa, dikira oleh Erdogan, sudah kandas mengambil perilaku tegas dalam mengalami invasi Rusia ke Ukraina.
" NATO sepatutnya mengambil langkah yang lebih tegas," kata Erdogan dalam statment kepada wartawan, semacam dikutip AFP, Jumat( 25/ 2/ 2022).
Kritikan itu dilontarkan Erdogan walaupun Turki sendiri pula anggota dari aliansi NATO.
" Uni Eropa serta( lembaga- lembaga) pro- Barat sudah kandas mengambil perilaku sungguh- sungguh serta tegas dikala ini. Mereka seluruh hanya membagikan banyak nasihat buat Ukraina," cetus Erdogan dalam pernyataannya.
Dikala Rusia mengawali invasinya ke Ukraina pada Kamis( 24/ 2) waktu setempat, Erdogan dengan tegas mengutuk Rusia. Ia menyebut invasi itu selaku" pukulan berat untuk perdamaian serta stabilitas regional."
Sedangkan Departemen Luar Negara Turki menekan Moskow buat lekas menghentikan invasi yang diucap" tidak adil serta melanggar hukum" itu.
" Kami menyangka pembedahan militer ini... tidak bisa diterima serta menolaknya," kata Departemen Luar Negara Turki dalam suatu statment.
" Kami menyerukan kepada Federasi Rusia buat menghentikan aksi yang tidak adil serta melanggar hukum ini sesegera bisa jadi," imbuh departemen.
Di dasar Erdogan, Turki dikenal mempunyai ikatan persahabatan dengan Rusia ataupun Ukraina. Erdogan mengetuai KTT keamanan di bunda kota Ankara sehabis Rusia melancarkan serbuan terhadap Ukraina.

0 Komentar