Erick Tohir Memohon Maaf Atas Kenaikan Harga Pertamax

Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak mentah dunia telah berada di atas USD 100 per barel. Hal tersebut terjadi karena imbas konflik Ukraina dan Rusia.


"Pasokan minyak mentah dari Rusia dan Kazakhstan terganggu akibat kerusakan pipa Caspian Pipeline Consortium yang berdampak pada berkurangnya pasokan ke Uni Eropa," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/3/2022).


Selain itu, tingginya harga minyak dunia sangat berpengaruh terhadap harga BBM. Sebagai informasi bahwa batas atas harga jual jenis BBM umum RON 92 atau pertamax untuk bulan Maret 2022 sebesar Rp14.526 per liter. Dengan mempertimbangkan harga minyak mentah di bulan Maret yang jauh lebih tinggi, maka harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 di bulan April akan lebih tinggi.


"Bisa jadi sekitar Rp 16.000 per liter," ujar Agung. Sementara itu, Komisi VI DPR RI menyetujui PT Pertamina (persero) untuk segera melakukan penyesuaian harga BBM Pertamax yang mengikuti harga pasar.


 


JANGAN LUPA BCA JUGA Prediksi Bola Online Jitu

“Komisi VI DPR RI mendukung penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang mengikuti harga keekonomian minyak dunia, untuk menjamin kesehatan keuangan PT Pertamina (Persero) dalam menjalankan penugasan pemerintah,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima membacakan kesimpulan rapat.


Terkait kenaikan harga BBM, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan permintaan maafnya. "Pemerintah sudah putuskan, Pertalite jadi subsidi, Pertamax tidak. Jadi kalau Pertamax naik mohon maaf. Pertalite subsidi," katanya, dikutip Kamis (31/3/2022).


Sebagai informasi, harga Pertamax di Indonesia terbilang murah jika dibanding dengan beberapa negara di Asia Tenggara. Singapura misalnya yakni sebesar Rp30.800 per liter, lalu ada Laos yakni Rp23.300 per liter dan Thailand sebesar Rp20.300 per liter