Pekan Ini IHSG Meroket 1,87 Persen, Investor Asing Catat Beli Bersih Rp 37,5 T

 


Berita Online-Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan investor asing mencatatkan nilai beli bersih pada Jumat, 8 April 2022, sebesar Rp 1,41 triliun. IHSG pada penutupan perdagangan Jumat ini berada pada zona hijau, dan berhasil menyentuh level psikologis baru, yaitu 7.200 atau tepatnya pada posisi 7.210,84.

IHSG meroket 1,87 persen dari posisi 7.078,76 pada penutupan pekan lalu. "Sepanjang tahun 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 37,51 triliun," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan tertulis Jumat malam, 8 April 2022.

Klik Prediksi Bola Online Jitu 

Mayoritas data perdagangan BEI selama periode 4 – 8 April 2022 ditutup dalam teritori positif. Peningkatan tertinggi pekan ini terjadi pada rata-rata frekuensi harian sebesar 8,90 persen menjadi 1.352.621 transaksi dari 1.242.024 transaksi pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar bursa turut mengalami peningkatan sebesar 1,54 persen dan berhasil mencatatkan rekor baru, yaitu mencapai Rp 9.000 triliun atau tepatnya Rp 9.046,3 triliun dari Rp 8.909,4 triliun pada pekan sebelumnya.

Kenaikan sebesar 0,06 persen terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa, menjadi Rp 13,847 triliun dari Rp 13,839 triliun pada pekan yang lalu. Sedangkan pelemahan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa sebesar 1,5 persen menjadi 22,19 miliar saham dari 22,53 miliar saham pada penutupan pekan sebelumnya.

Mau Mendapatkan Uang Cuma-Cuma ?

Klik disini : https://t.me/solusirejekinih

Pada pekan ini terdapat pencatatan dua saham perdana, obligasi dan sukuk di BEI. PT WIR Asia Tbk. (WIRG) pada Senin lalu mencatatkan sahamnya di Papan Pengembangan BEI sebagai perusahaan tercatat ke-13 2022 dan ke-779 di BEI.

WIRG bergerak pada sektor Technology dengan sub sektor Software & IT Service. Adapun Industri dan sub industri WIRG adalah Software.

Berikutnya, ada PT Sigma Energy Compressindo Tbk. (SICO) yang mencatatkan saham dan waran pada Papan Pengembangan BEI pada Jumat lalu. SICO merupakan perusahaan tercatat ke-14 pada 2022 dan ke-780 di BEI.

SICO bergerak pada sektor Energy dengan sub sektor Oil, Gas, and Coal. Adapun industri SICO Oil, Gas and Coal Supports dengan sub industri Oil, Gas and Coal Equipment & Services.

Ada juga PT Barito Pacific Tbk. yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Barito Pacific Tahap II Tahun 2022 dan resmi dicatatkan di BEI pada Senin lalu dengan nilai nominal sebesar Rp 750 miliar.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA (Single A) untuk obligasi ini dan bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Selanjutnya, PT Aneka Gas Industri Tbk menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap V Tahun 2022 resmi dicatatkan di BEI pada Rabu lalu dengan nilai nominal sebesar Rp 396 miliar.

Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia untuk sukuk adalah A-idn(sy) (Single A Minus Syariah) dan PT Bank Mega Tbk. bertindak selaku wali amanat dalam emisi ini.

Kemudian pada Jumat lalu, PT Bumi Serpong Damai Tbk. menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Bumi Serpong Damai Tahap I Tahun 2022 serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Bumi Serpong Damai Tahap I Tahun 2022 resmi dicatatkan di BEI dengan nilai obligasi sebesar Rp 800 miliar dan sukuk sebesar Rp 200 miliar. PEFINDO menetapkan peringkat untuk obligasi adalah idAA- (Double A Minus) serta idAA-(sy) (Double A Minus Syariah) untuk sukuk.

Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini. Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2022 adalah 37 emisi dari 30 emiten senilai Rp 40,88 triliun. Maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 495 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 451,75 triliun dan US$ 47,5 juta yang diterbitkan oleh 125 emiten.

Berikutnya, ada Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 153 seri dengan nilai nominal Rp 4.825,65 triliun dan US$ 200,65 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp 4,56 triliun.