"Semua orang yang meletakkan senjata mereka dijamin hidupnya akan diselamatkan," lanjut pernyataan tersebut. Pihak Rusia menginginkan pasukan Ukraina untuk meninggalkan pabrik tersebut sampai pukul 10.00 tanpa membawa senjata dan amunisi.
Sementara itu, Ukraina masih belum memberikan respons terkait seruan Rusia ini. Meski demikian, Presiden Volodymyr Zelensky mengakui bahwa situasi di Mariupol sangat sulit.
"Tentara kami dicegat, yang terluka dicegat. Terjadi krisis kemanusiaan. Namun, mereka membela diri," ujarnya kepada media lokal Ukrainska Pravda.
Sebelumnya, pemimpin Chechen Ramzan Kadyrov mengklaim lebih dari 1.000 marinir Ukraina menyerah di Mariupol. Ia juga mengatakan sebanyak 200 orang terluka tak bisa menerima bantuan medis.
Kadyrov sendiri merupakan pendukung Presiden Vladimir Putin. Ia menempatkan pasukannya di Ukraina demi membantu militer Rusia menginvasi negara itu. Sebagaimana dilansir CNN, diprediksi sebanyak 100 ribu orang masih berada di Mariupol. Kota itu telah lama dikuasai pasukan Rusia sejak mereka menyerang Ukraina pada Februari lalu.
JANGAN LUPA BCA JUGA Prediksi Bola Online Jitu
0 Komentar